Pinjaman Ilegal Masih Meningkat, Dan Komite Ke-9 DPR Menyerukan Penguatan Budaya Keuangan Secara Umum

0

pinjaman online (Pinjol), investasi ilegal di media sosial masih marak di media sosial. Pasalnya, tawaran menggiurkan tersebut bisa menjadi urusan keuangan yang rumit dan berbelit-belit jika masyarakat tidak mendapatkan pendidikan dan informasi yang layak.

Melihat tuntutan tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menyosialisasikan literasi keuangan kepada masyarakat.

“Edukasi harus rutin dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat,” ujar Indah yang hadir dalam kunjungan kerja khusus Panitia XI DPR RI untuk mengawal mitra kerja seperti OJK, BNI, BRI dan BANK Mandiri. tidak akan terlibat dalam pinjaman ilegal melalui internet, BTN dan Bank Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (6/4/2023).

Anggota Pilkada Jatim mengatakan, platform pinjaman online telah ditutup Otoritas Jasa Keuangan (OJK) namun masih marak di masyarakat. Praktik-praktik yang tidak bertanggung jawab dan mengganggu sosial ini harus menjadi perhatian bagi industri jasa keuangan.

Rep. Lee berkata, “Industri keuangan, terutama bank, harus berpihak,” dan berkata, “Misalnya, industri sektor keuangan (perbankan) telah membuat program yang tidak mempersulit rakyat jelata. meminjam.” Fraksi PDI-Perjuangan.

Alasannya, pengajuan pinjaman bank sulit, dan orang mencari alternatif karena kemudahan yang diberikan pinjaman.

“Sekali lagi kita harus berpihak pada sektor jasa keuangan, khususnya sektor jasa keuangan, karena kita semua ingin menutup kesenjangan antara inklusi dan literasi,” ujarnya.

(*)

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *