Ahli Pidana Di Pengadilan Sambo “Orang Yang Memerintahkan ‘Doen Fläger’ Tidak Dapat Dihukum”

0

Pakar hukum pidana Effendi Serageh dari Universitas Trisakti memaparkan kasus ‘doenpleger’ dalam persidangan lanjutan pembunuhan Brigjen Yusua Hutaparat. “Orang yang mengarahkan kejahatan tidak bisa dimintai pertanggungjawaban,” kata Effendi.

Hal itu disampaikan Effendi saat menjadi saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigjen Yusua Hutabarat bersama terdakwa Ferdi Sambo, Putri Kandrawati, Marouf Kuat, Pribka Rizal, dan Bharda Richard Eliezer di Jakarta Selatan. Pengadilan Negeri, Rabu (21 Desember 2022).

Awalnya, Roni Talapisi, kuasa hukum Behradeh Eliezer, membacakan berita acara Pemeriksaan Effendi (BAP) yang menjabarkan syarat ‘perwakilan’. Rooney pun meminta para ahli untuk menjelaskan istilah-istilah yang dengannya seseorang dapat digambarkan sebagai “jahat”.

Rooney mengatakan, “Saya telah membaca berkas Pak Effendi yang menjelaskan persyaratan penggugat. Pakar, dapatkah Anda menjelaskan persyaratan penggugat?”

Effendi Serajieh menjelaskan bahwa “penjahat” adalah seseorang yang menyuruh orang lain untuk melakukan kejahatan. Dalam hal ini, mediumnya adalah manusia yang dijadikan sebagai alat.

Effendi mengatakan, orang yang memesan “binatang” itu tidak bisa dimintai pertanggungjawaban pidana.

“Nama Doreger adalah perintah untuk melakukan kejahatan, dan syaratnya yang memberi perintah tidak bisa dimintai pertanggungjawaban, dan yang menyuruh itu hanya alat,” kata Effendi. Saya”.

Eliezer bersama Verdi Sambo didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Briptu Nopriansyah Yosua Hutabarat. Sadar memanggil Eliezer, dia menembak Joshua tanpa ragu-ragu.

ujar JPU saat membacakan dakwaan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN Jaksel) Jakarta Selatan, Selasa (18/10).

Eliezer didakwa melanggar Pasal 338 Pasal 340 KUHP terkait dengan Pasal 55 Pasal 1 Pasal 1 KUHP.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *