Aaron Maseko, KPK Yakin, Akan Ditangkap: Dia Punya Keluarga Di Indonesia

0

Jakarta – Wakil Ketua KPK Aleksandar Marwata yakin mantan calon PDIP Harun Maseko suatu saat akan ditangkap partainya. Buronan kasus suap mantan anggota KPU Wayu Setiawan diharapkan bisa dipertemukan kembali dengan keluarganya.

“Saya yakin yang bersangkutan akan segera berkeluarga di Indonesia,” kata Alex dalam keterangannya, Rabu (8/3/2023).

Alex mengatakan kendala untuk menemukan Aaron Maseko adalah keberadaannya tidak diketahui. Menurut Alex, begitu lokasi Aaron diketahui, tak butuh waktu lama untuk menjatuhkannya.

“Misalnya, kalau kita tahu sisi partainya, kita akan sampaikan minggu depan. Pertama kita kumpulkan semua informasinya, sebagian dari masyarakat, termasuk Interpol, dan kita bekerja sama dengan otoritas nasional lainnya,’ katanya. Alex.

Sementara itu, polisi mengatakan ada tanda bahaya yang meluas tentang tersangka kasus suap Nazaruddin Keema, anggota PAW DPR PDIP yang kini sudah meninggal.

Pada Senin (6/3/2023), Karo Penmas, Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadan berbicara di Mabes Polri Jakarta Selatan.

Ahmed mengatakan tidak ada laporan dari negara lain tentang pergerakan Harun Maseko. Selain itu, polisi masih minim dalam mengungkapkan informasi tentang penguntitannya.

“Sampai saat ini, kami belum menerima balasan atau informasi dari negara di mana orang tersebut mungkin bersembunyi di Red Notice atas nama Yang Mulia Raja, yang didistribusikan melalui jalur komunikasi Interpol 124-7 Indonesia,” katanya. .”

Di awal tahun 2023, Otoritas Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap dua buron kasus korupsi. Pada 24 Januari 2023, KPK berhasil menangkap Ezel Azar, mantan Panglima Staf Pembebasan Aceh, panggilan akrab ayah Meereen.

Ezell Azar adalah tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pembangunan Dermaga Sabang di Provinsi Aceh, dan telah menjabat sebagai pejabat publik selama sekitar lima tahun. Ezel Azhar berhasil ditangkap pada 24 Januari 2023 oleh polisi di Kabupaten Nangro Aceh Darussalam, Aceh.

Baru-baru ini, KPK berhasil menemukan keberadaan Bupati Mambamo Tengah Ricky Ham Pagavac yang buron selama kurang lebih tujuh bulan. Ricky Hamm dikabarkan kabur ke Papua Nugini sesaat sebelum ditangkap KPK pada Juli 2022.

Ricky Hamm merupakan tersangka kasus suap, sogokan, dan pencucian uang (TPPU). Ia berhasil ditangkap pada Minggu 19 Februari 2023 di tempat persembunyiannya.

KPK mengamankan kontak yang dicurigai sebelum menemukan Ricky Hamm. Setelah penghubung ditangkap, KPK berhasil menangkap Ricky Ham Paguak.

Saat ini, Ricky Ham Pajwak ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih. Dia diduga menikmati sekitar Rp 200 miliar dalam kasus tersebut.

Tertangkapnya Ezel Azhar dan Ricky Ham Pajwak menyisakan tiga buronan KPK, termasuk Harun Maseko.

Berikutnya adalah sisa tiga desertir KPK.

1.Kutama Kirana

Kirana Kotama adalah pemilik dari PT Perusa Sejati. Dia adalah Ashanti Sales Inc. Didakwa korupsi karena memberikan hadiah atau janji sehubungan dengan janji. Faktor pengecualian PT PAL Indonesia (Persero) dalam pembelian kapal SSV untuk pemerintah Filipina tahun 2014.

Suap itu diberikan kepada Arif Cahyana, Direktur Keuangan PT PAL Indonesia (Persero) dan Saiful Anwar, Direktur Desain dan Teknologi merangkap Chief Financial Officer PT PAL Indonesia (Persero).

– Pelanggaran Pasal 5 (1) A atau B atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Nomor 31 Tahun 1999) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 adalah dicurigai Tentang pemberantasan korupsi. kejahatan terhadap korupsi

2. Harun Maseco

Aaron Maseko adalah mantan politikus PDIP. Ia terlibat kasus dugaan suap pergantian anggota DPR RI melalui Metode Penggantian Sementara (PAW).

Haroun diduga menyuap mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk terpilih menjadi DRC periode 2019-2024. Namun, saat Operasi Sting (OTT) awal Januari 2020, Aaron nyaris lolos.

KPK pun mengumumkan nama Harun Masiku sebagai buronan pada akhir Januari 2020. Aaron Maseko bukan hanya buron, tapi juga masuk Daftar Merah Interpol.

Kasus tersebut bermula dari meninggalnya Nazaruddin Kemas, calon PDIP dari dapil Sumsel I. Nazaruddin memperoleh suara terbanyak. Aprilia Rizki, runner-up putaran kedua Pilkada Sumsel.

Namun, dalam rapat paripurna PDI Perjuangan terungkap bahwa suara Nazaruddin akan diserahkan kepada Harun Masiku.

3. Pollustanus

Poulos Tanus adalah Direktur Senior PT Sandipala Arthaputra. Dia adalah tersangka kasus korupsi e-KTP skala besar dan tinggal di Singapura. Paulus Tanos diduga terlibat dalam pinjaman proyek sebesar Rs 5,9 crore. Dalam kasus ini, negara rugi Rp 2,3 triliun.

Paulus Tanos ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Agustus 2019. Karena Tanos tinggal di Singapura, KPK kesulitan meneliti Tanos. Hal itu dikatakan Wakil Presiden KPK Alexander Marwata.

“KPK sudah beberapa kali mengirim somasi kepada yang terlibat. Saya belum tahu apakah ada tanggapan. Nanti saya cek,” kata Alex, Jumat, 1 Oktober 2021, di gedung KPK sebagaimana dikutip.

Alex mengatakan, pihaknya meminta bantuan Singapore Bureau of Corrupt Practices Investigation untuk mengusut kasus Thanos. Alex berkata dia akan memeriksa Tanus di Singapura jika dia mau. Hanya saja, Thanos tidak membalas surat penyidikan penyidik ​​KPK.

“Kalau dia mau diperiksa di CPIB, tentu dia akan ke sana,” kata Alex.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *